Nama besar grup Royal Golden Eagle  memang tidak bisa lepas dari peran sang nakhoda, Sukanto Tanoto. Selama membangun kerajaan bisnisnya, masalah selalu datang menghampiri. Namun dari beberapa masalah yang ada, krisis keuangan Asia pada tahun 1997 mungkin merupakan periode terberat yang pernah dihadapi Sukanto Tanoto dan grup bisnis yang dipimpinnya.

Tidak Kenal Kata Menyerah, Cara Sukanto Tanoto dan Royal Golden Eagle Bertahan dari Krisis
Sumber: sukantotanoto.com

Krisis yang melanda seluruh negeri membuat kondisi perekonomian terpuruk dan diliputi kekacauan. Meski demikian, masalah tersebut tidak membuat Sukanto Tanoto patah arang. Di saat banyak perusahaan terpuruk dan tumbang, Sukanto Tanoto justru tetap tegar menghadapi rintangan.

Menjadi Tangguh dalam Tekanan

Masalah adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Saat diliputi banyak masalah, manusia cenderung terdorong untuk menjadi lebih kreatif. Di sisi lain, tekanan juga membuat manusia jadi lebih tangguh.

Saat dihadapkan pada krisis, grup Royal Golden Eagle berada dalam tekanan yang sangat berat. Periode tersebut menantang Sukanto Tanoto untuk menemukan solusi terbaik demi mempertahankan perusahaan yang dipimpinnya. Namun di sisi lain, krisis tersebut justru membantu Sukanto Tanoto untuk belajar banyak hal. Selain itu, krisis juga membuatnya jadi lebih tangguh dan bijak.

Dalam kondisi krisis, Sukanto Tanoto mendapatkan satu pelajaran yang sangat berharga. Diversifikasi bisnis, inilah pelajaran berharga yang menjadikan grup bisnis yang dipimpinnya menjadi sebesar sekarang.

Diversifikasi bisnis membuat grup Royal Golden Eagle  mengembangkan bisnisnya ke level yang lebih tinggi. Grup bisnis yang dipimpin Sukanto Tanoto mulai melebarkan sayap ke beberapa sektor dan kawasan. Jika sebelumnya grup bisnis RGE lebih berpusat pada kawasan Indonesia, Sukanto Tanoto justru menjadikan krisis sebagai batu loncatan untuk membangun fondasi bisnis di Cina.

Menemukan Peluang dalam Setiap Masalah

Pemilihan Cina sebagai wilayah ekspansi bisnis RGE tidak lepas dari potensi yang dimilikinya. Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang begitu besar, Cina merupakan pasar yang sangat potensial. Namun ada hal lain yang juga berhasil dilihat oleh Sukanto Tanoto.

Pada tahun 2000, Sukanto Tanoto melihat ada peluang dalam industri rayon viskosa. Serat yang terbuat dari kayu ini memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Sifatnya yang lembut dan halus membuatnya sangat cocok digunakan sebagai material mode. Dari sinilah benih bisnis rayon viskosa Royal Golden Eagle  mulai ditanam.

Peluang tersebut disambut oleh Sukanto Tanoto dengan mendirikan pabrik rayon di provinsi Jiangxi, Cina. Inilah pabrik rayon pertama yang dibangun oleh grup RGE. Tidak berhenti di situ, langkah tersebut langsung disambut dengan mengakuisisi kebun eucalyptus serta pabrik pulp di Brazil.

Visi Sukanto Tanoto membuat langkah grup Royal Golden Eagle semakin mantap. Keyakinannya bahwa tidak ada bisnis yang tenggelam membuat kerajaan bisnis yang dirintisnya tetap bertahan dalam kondisi krisis, bahkan terus berkembang.

Di tahun 2000, pertumbuhan industri di Cina yang semakin pesiar membuat Sukanto Tanoto melihat peluang baru. Seiring dengan meningkatkan aktivitas industri, kebutuhan akan sumber energi juga turut meningkat. Atas dasar inilah ia membangun kilang di Cina. Tidak berhenti di situ, Sukanto Tanoto juga membangun kilang LNG di Kanada.

Pantang Menyerah, Kunci Sukses Sukanto Tanoto

Kelihaian Sukanto Tanoto dalam melihat peluang dan kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan memiliki satu akar yang sama. Pantang menyerah, inilah prinsip yang selalu dipegang oleh sang pendiri Royal Golden Eagle. Menurutnya bisnis tenggelam itu hanya ada dalam pikiran. Saat seorang pengusaha memilih untuk menyerah, di saat itulah ia mati.

http://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2019/10/Tidak-Kenal-Kata-Menyerah-Cara-Sukanto-Tanoto-dan-Royal-Golden-Eagle-Bertahan-dari-Krisis.gifhttp://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2019/10/Tidak-Kenal-Kata-Menyerah-Cara-Sukanto-Tanoto-dan-Royal-Golden-Eagle-Bertahan-dari-Krisis-290x194.gifpipip pipipINSPIRASIRoyal Golden Eagle,Sukanto TanotoNama besar grup Royal Golden Eagle  memang tidak bisa lepas dari peran sang nakhoda, Sukanto Tanoto. Selama membangun kerajaan bisnisnya, masalah selalu datang menghampiri. Namun dari beberapa masalah yang ada, krisis keuangan Asia pada tahun 1997 mungkin merupakan periode terberat yang pernah dihadapi Sukanto Tanoto dan grup bisnis yang...Media kumpulan artikel informasi dan tips