Meski dalam bungkus rokok sudah disertakan efek samping dari merokok, tetap saja masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa lepas dari rokok. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu beberapa penyakit kritis yang tidak bisa diremehkan. Jika menderita penyakit kritis, Allianz klaim memang bisa membantu meringankan biaya pengobatan tapi tak ada yang bisa menjamin keselamatan pasien. Selain itu juga ada aturan-aturan tentang kategori risiko yang dapat ditanggung asuransi jiwa, sehingga tidak semua bisa di-cover asuransi! Yang memperihatinkan

merokok
merokok

terkait dengan perilaku merokok di Indonesia adalah, banyaknya perokok di usia muda. Bahkan di bawah umur. Padahal, sebuah studi telah menemukan bahwa perokok yang merokok saat usia muda akan lebih ketergantungan dan sulit untuk berhenti.

Dilansir dari website doktersehat, seseorang yang merokok pada usia 13 tahun cenderung lebih susah berhenti dibandingkan dengan perokok usia matang. Studi menunjukan bahwa otak perokok usia muda yang lebih banyak merokok menunjukan perbedaan dengan remaja yang kurang merokok.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jural Neuropsychopharmacology memang tidak menjelaskan perbedaan otak perokok dan bukan perokok. Namun demikian, di antara para perokok, partisipan yang lebih banyak merokok memiliki insula sebelah kanan yang lebih tipis. Bagi Anda yang belum tahu, Insula merupakan wilaya di cerebral cortex yang berfungsi untuk mengambil keputusan. Studi sebelumnya menunjukan bahwa insula memerankan peran penting dalam ketergantungan tembakau dengan kepadatan tertinggi reseptor nikotin dalam otak.

Menurut London, peneliti Semel Institute for Neuroscience and Human Behavior di UCLA dan David Geffen School of Medicine di Los Angeles, Amerika Serikat, perokok di AS yang berusia 18-25 tahun ada sebanyak 30%.

Menurut London, karena pada periode usia tersebut otak masih dalam masa perkembangan, merokokĀ  dapat menghasilkan perubahan neurobiologis yang menyebabkan ketergantungan tembakau di masa mendatang. Bukan hanya ketergantungan rokok, perubahan struktur insula juga dapat memengaruhi penyalahgunaan zat lain.

Karena itu, London menyimpulkan bahwa orang-orang yang mulai merokok di usia bisa cenderung lebih sulit untuk berhenti dan memiliki konsekuensi kesehatan yang lebih serius dibandingkan mereka yang merokok di usia yang lebih tua. (source: doktersehat.com)

Supaya tidak semakin ketergantungan, diharapkan para perokok usia muda dapat mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi dan mencoba untuk berhenti demi kesehatan di kehidupan yang akan datang. (Rima)

mediaINFO KESEHATANKESEHATANberhenti merokok,kebiasaan merokokMeski dalam bungkus rokok sudah disertakan efek samping dari merokok, tetap saja masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa lepas dari rokok. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu beberapa penyakit kritis yang tidak bisa diremehkan. Jika menderita penyakit kritis, Allianz klaim memang bisa membantu meringankan biaya pengobatan tapi tak ada...Media kumpulan artikel informasi dan tips