Mual Saat Hamil Bisa Teratasi Jika Konsumsi Buah Segar Ini!

Cara mengatasi mual saat hamil sebenarnya tidaklah sulit, selama itu ibu hamil rajin mengonsumsi makanan sehat seperti buah segar. Selain menyehatkan, buah segar ini dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga bagus untuk menunjang kesehatan janin di dalam rahim. Di samping itu, rutin mengonsumsi buah segar ini setelah bangun tidur di pagi hari, maka dapat membantu mencegah terjadinya mual dan muntah yang bisa menyerang tubuh ibu hamil terlebih di awal masa kehamilan.

Lantas, buah segar apa saja yang baik dikonsumsi ibu hamil untuk buah mengatasi muntah dan mual  ini? Cari tahu langsung jawabannya di bawah ini yuks, Bu!

  1. Melon. Ibu pastinya sudah sangat kenal betul dengan buah Melon ini? Yap, dijadikan sebagai salah satu buahyang bagus dikonsumsi ketika hamil, buah melon ini kaya akan kandungan nutrisi berupa vitamin, karbohidrat, serat, mineral, dan lainnya. Teratur mengonsumsi buah ini, dianggap mampu mengatasi mual yang muncul saat hamil karena memiliki cita rasa yang sangat manis. Rasa manis inilah yang bisa mencegah mual pada tubuh ibu hamil. Tidak hanya itu, buah satu ini juga mengandung cairan yang bisa menghindari timbulnya dehidrasi di tubuh Ibu.
  2. Apel. Tahukah Ibu, jika buah apel bisa loh mengatasi mual saat hamil? Bukan tanpa alasan, sebab dalam buah apel ini sendiri tersimpan kandungan serat yang tak larut, sehingga bagus untuk melancarkan sistem pencernaan Ibu. Inilah yang membuat mengapa apel bisa mencegah mual dan muntah selama kehamilan. Selain itu, tingginya kandungan karbohidrat yang ada di buah apel ini, bisa pula dijadikan sebagai penambah energi untuk ibu hamil.
  3. Jeruk. Buah jeruk pun bagus dikonsumsi selama hamil, karena buah satu ini mengandung vitamin C yang bisa membuat kekebalan tubuh ibu hamil semakin meningkat. Dan dalam jeruk juga terdapat asam yang memiliki peranan untuk mencegah masalah akibat dari terganggunya sistem pencernaan maupun peradangan yang menyerang tubuh ibu hamil. Karena inilah ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsinya.
  4. Pisang. Apabila ingin mengatasi mual ketika hamil, maka konsumsilah buah pisang. Harus, kah? Tentu, ini sangat disarankan, karena dalam buah pisang terkandung sejumlah nutrisi berupa kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi yang bisa mengatasi mual tersebut.

So, jika Ibu mengalami mual saat masa kehamilan, cobalah untuk selalu mengonsumsi beberapa jenis buah di atas. –SH–

Pro dan Kontra Konsumsi Nanas Selama Kehamilan

Pada masa kehamilan, mengonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil muda merupakan hal yang wajib. Tidak hanya itu saja, menghindari berbagai jenis makanan yang dipercaya dapat membahayakan kehamilan juga sangatlah penting demi kesehatan janin dan ibu. Mungkin hal tersebut mudah untuk dilakukan jika Anda memang tidak menyukai makanan yang dianggap berbahaya tersebut. Namun bagaimana jika makanan tersebut adalah salah satu makanan favorit Anda? Tentunya sangat sulit bukan?

Mungkin Anda berpikir bahwa makanan yang dianggap tidak baik tersebut adalah makanan yang telah diolah. Namun sebenarnya buah alamipun bisa menjadi makanan yang dipercaya dapat memberi efek buruk pada janin,

salah satunya yaitu nanas. Yap, buah ini selama ini memang dianggap sebagai salah satu buah yang dapat menyebabkan keguguran. Namun, benarkah seperti itu?

Menurut situs alodokter, nanas mengandung vitamin dan flavanoid yang memiliki efek ansiolitik dan bermanfaat untuk membantu Anda atasi kecemasan. Sebab banyak ibu hamil yang seringkali dilanda kecemasan khususnya pada kehamilan pertamanya. Dengan mengonsumsi nanas, kecemasan yang dirasakan oleh Anda akan dapat sedikit teratasi.

Buah ini juga mengandung enzim bromelain yang berdampak pada melunaknya leher rahim dan memicu munculnya kontraksi. Untuk masa-masa persalinan, enzim ini akan sangat membantu melancarkan proses persalinan. Sayangnya efek dari enzim tersebut pada buah ini baru dapat efektif jika Anda mengonsumsi sekitar 7 buah nanas, sementara konsumsi buah sebanyak itu akan berisiko membuat Anda mengalami diare. Selain itu, jika Anda mengonsumsi buah ini pada masa awal kehamilan dan mengalami efek sampingnya (kontraksi), tentulah akan berisiko buruk pada kehamilan Anda. Namun kebenaran mengenai dampak enzim bromelain pada nanas terhadap keguguran akibat kontraksi awal ini masih belum terbukti secara ilmiah.

Untuk itu, disarankan bagi ibu hamil untuk mengonsumsi buah-buahan lain yang bagus untuk kehamilan dalam menu makan harian. Akan tetapi, jika Anda benar-benar menyukai buah nanas dan merasa sulit untuk meninggalkan buah ini selama kehamilan, Anda sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter kandungan sebelum mengonsumsinya. Pastikan bahwa kondisi kandungan sehat dan aman untuk mengonsumsi buah ini. Selain itu, hanyak konsumsi buah nanas yang masih segar dan telah dicuci dengan air matang. Dan yang penting, batasi konsumsinya sesuai dengan jumlah aman yang diizinkan oleh dokter kandungan Anda.

Demi Kandungan, Ini Makanan yang Wajib Dikonsumsi Ibu Hamil!

Tentu para calon ibu sudah tahu kalau ada beberapa nutrisi ibu hamil yang wajib dipenuhi.Tapi mungkin belum banyak yang tahu secara lebih dalam makanan apa saja yang wajib dikonsumsi selama masa kehamilan. Padahal, untuk memberikan yang terbaik bagi kandungan Anda harus mengetahui dengan jelas apa-apa saja yang wajib dikonsumsi untuk melengkapi nutrisi yang diperlukan. Pada dasarnya, nutrisi yang perlu Anda lengkapi adalah

karbohidrat, protein, lemak, serat dan vitamin, kalsium, zat besi, dan asam folat. Nah, makanan apa saja yang mengandung nutrisi tersebut? Baca terus ya!

Daging Merah

Biasanya saat hamil, ibu sering kekurangan darah atau anemia. Nah, untuk mengatasinya, Anda bisa coba mengonsumsi daging merah yang kaya akan zat besi. Olah daging merah menjadi masakan yang lezat seperti semur daging, steak, atau sop. Meskipun begitu, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi hati, karena mengandung retinol yang bisa berbahaya untuk janin.

Pisang

Kaki bengkak dan kram saat hamil bisa diatasi dengan buah yang satu ini. Yup, pisang mengandung potassium yang dapat mengatasi penahanan cairan penyebab bengkak dan kramnya kaki. Selain itu, serat jug bisa dari pisang juga bisa Anda manfaatkan untuk melancarkan buang air. Dan ternyata biar tidak stres sebelum melahirkan lakukan cara ini yaitu mengkonsumsi pisang karna pisang ternyata mengandung senyawa yang bisa mengurangi stress.

Ubi

Ubi ternyata memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Tidak hanya memiliki rasa yang lezat, ubi juga kaya akan antioksidan, vitamin B, C dan serat. Karbohidrat yang dikandung ubi juga dapat membuat ibu hamil kenyang lebih lama. Coba olah ubi dengan cara direbus atau dipanggang agar lebih nikmat disantap.

Nasi Merah

Dibandingkan dengan nasi putih, nasi merah merupakan pilihan yang lebih baik untuk ibu hamil. Sebab nasi merah memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat membuat rasa kenyang lebih lama. Selain itu, nasi merah kaya akan serat, zat besi dan vitamin B. Vitamin B ini diperlukan untuk sistem saraf dan produksi sel darah merah. Bagaimana, tertarik untuk mengganti nasi putih Anda dengan nasi merah?

Nah, itu dia beberapa makanan yang baik untuk ibu hamil, coba konsumsi secara rutin ya!

Berbedakah Kehamilan Kembar dan Satu Anak?

Kehamilan adalah berita paling membahagiakan untuk setiap pasangan yang telah menikah. Apalagi ketika dokter menginfokan bahwa tidak hanya satu janin yang ada di dalam kandungan, melainkan dua. Artinya, Anda sedang mengandung bayi kembar. Wah, rasanya pasti sangat bahagia sekali, kan? Terlepas dari beragam komplikasi yang bisa terjadi saat hamil kembar, dan berbagai kesulitan yang mungkin kamu hadapi selama kehamilan, berita ini tetap saja berita membahagiakan.

Akan tetapi, bagi Anda yang belum pernah hamil baik satu anak maupun hamil kembar, mungkin terkadang

bertanya-tanya. Pertanda apa saja yang bisa dijadikan sebagai ciri hamil anak kembar? Tidak hanya itu, seberapa besar sih perbedaan kehamilan kembar dengan kehamilan satu anak? Nah, untuk lebih jelasnya, langsung saja yuk kita bahas!

  1. Jumlah janin

Hal pertama yang membedakan, jelas saja adalah jumlah janin. Pada kehamilan kembar, ada minimal 2 janin dalam kandungan. Jumlah janin ini bahkan bisa lebih pada beberapa kehamilan, seperti kehamilan 3 atau lebih. Bahkan ada juga yang pernah mengalami kehamilan 9 anak. Tentunya, semakin banyak jumlah janin akan semakin berisiko bagi kehidupan janin dalam kandungan. Meskipun begitu, dengan kecanggihan teknologi dan ilmu medis yang semakin hebat membuat kehamilan dengan banyak anak ini cukup banyak yang berhasil selamat.

  1. Komplikasi

Sebenarnya, semua kehamilan bisa berisiko mengalami berbagai komplikasi, seperti hipertensi, diabetes gestasional, placenta abruption, preeklampsia, dan beberapa komplikasi lain. Namun, ketika Anda hamil kembar, maka risiko berbagai komplikasi ini akan meningkat hingga dua kali lipat. Itulah sebabnya, untuk kehamilan kembar akan membutuhkan pantauan dokter kandungan lebih intensif dibandingkan dengan kehamilan satu anak.

  1. Kebutuhan nutrisi

Ada dua janin yang harus Anda penuhi nutrisinya, jadi tentu saja Anda akan membutuhkan lebih banyak nutrisi lagi selama masa kehamilan. Meskipun begitu, bukan berarti Anda boleh mengonsumsi berbagai jenis makanan secara berlebihan. Sebab Anda tetap harus memperhatikan berat badan Anda maupun janin dalam kandungan untuk menghindari risiko obesitas.

  1. Persalinan

Pada persalinan normal, umumnya Anda akan melahirkan pada usia kandungan 37 minggu atau lebih. Selain itu, jika tidak terdapat masalah Anda akan bisa melakukan persalinan secara normal saat hamil satu anak. Sementara, pada kehamilan kembar hal ini akan sulit. Seringkali kehamilan kembar harus menjalani proses persalinan prematur dengan operasi caesar. Tidak hanya itu, bayi kembar ini juga sering kali belum memiliki organ tubuh yang sempurna saat proses persalinan sehingga harus melewati proses perawatan sebelum dibawa pulaang ke rumah.

Memiliki bayi kembar memang sangat menggemaskan. Namun ternyata, ada hal yang cukup berat yang harus Anda lalui selama masa kehamilan. Meskipun begitu, berapapun anak yang diberikan adalah sebuah anugerah yang tidak boleh Anda sia-siakan. (Vita)

Hamil Tak Harus Gemuk, Ini Tipsnya!

Kenaikan berat badan memang wajar dialami oleh ibu hamil asal tetap dalam batas yang wajar. Bukan karena sedang hamil, para ibu jadi boleh bebas mengonsumsi banyak makanan dan jadi tidak menjaga berat badan. Menjaga berat badan juga menjadi salah satu alasan mengapa ibu hamil perlu membatasi berat badan dan makanan manis. Banyak lho, yang bisa Ibu lakukan agar berat badan tidak naik berlebihan, di antaranya adalah melakukan beberapa hal seperti di bawah ini.

  1. Mulai mengganti camilan. Jika dulunya suka mengonsumsi camlian yang manis, terlalu asin atau pedas, coba mulai sekarang dikurangi. Sebab beberapa camilan tersebut cenderung memiliki kalori yang tinggi. Gantilah dengan mengonsumsi camilan yang rendah lemak dan kaya akan serat, seperti kacang-kacangan, cokelat hitam, salad, dan lain-lain.
  2. Cukupi kebutuhan gizi. Tak asal makan, ibu hamil perlu dengan teliti menilai gizi makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, ketahuilah berapa jumlah gizi yang Ibu perlukan, jangan sampai kurang atau berlebih. Makanlah secara teratur, umumnya tiga kali sehari dengan porsi seimbang yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
  3. Konsumsi masakan rumah. Ibu hamil lebih dianjurkan untuk memakan masakan rumah. Mengapa? Dengan masakan rumah, Ibu bisa mengontrol tingkat kebersihan dan kualitas makanan. Masakan yang direbus, ditumis atau dikukus lebih baik dibandingkan dengan masakan yang digoreng.
  4. Makan secara perlahan. Tahukah jika makan terlalu cepat dapat meningkatkan kadar gula darah dan membuat Ibu makan lebih banyak? Karena itu, usahakan untuk tidak tergesa-gesa saat makan dan kunyahlah makanan dengan baik agar Ibu merasa cepat kenyang.
  5. Tetap aktif bergerak. Jangan sampai kehamilan dijadikan alasan untuk malas bergerak ya! Ketika Ibu malas bergerak, dikhawatirkan kaki membengkak karena efek dari kehamilan. Untuk itu, disarankan untuk aktif bergerak agar kehamilan tetap sehat. Tidak hanya itu, supaya berat badan tidak melambung tinggi saat hamil, lakukanlah olahraga ringan secara rutin seperti senam hamil atau yoga.

Memangnya mengapa Ibu harus menjaga berat badan selama kehamilan? Nyatanya, kegemukan atau obesitas dapat membawa beberapa dampak buruk bagi ibu hamil. Di antaranya adalah seperti mengancam kesehatan ibu dan janin serta keguguran. Oleh karena itu, perhatikanlah berat badan Ibu selama kehamilan ya, jangan sampai kegemukan! (Rima)