Asuransi Syariah, Apa Bedanya?

Salah satu penyebab ragunya memakai asuransi adalah hukumnya yang masih dipertanyakan dalam agama islam; apakah halal atau tidak. Akibatnya, masih banyak yang salah kaprah mengenai asuransi ini. Nah, sebagai solusinya, asuransi membuat produk asuransi syariah yang secara teoritis mengacu pada ekonomi islam. Lalu apa perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional? Berikut penjelasannya. (sc: cermati)

  1. Mengumpulkan dana hibah. Untuk mengelola risiko, dalam asuransi konvensional dilakukan sistemtransfer of risk yang berarti risiko dibebankan oleh pemegang asuransi kepada pihak asuransi. Namun dalam asuransi syariah menggunakan metode saling membantu dan tolong menolong untuk mengumpulkan dana hibah. Pada prinsipnya asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk yang risikonya ditanggung oleh perusahaan sendiri.
  2. Dana asuransi milik bersama. Dalam asuransi syariah terdapat akad yang menyatakan bahwa uangdana asuransi merupakan milik sesama pemegang asuransi. Di sini perusahaan hanya berlaku sebagai pengelola dana. Sedangkan dalam asuransi konvensional, perusahaan asuransi bukan hanya mengelola, namun juga memiliki kewenangan untuk mengalokasikan dana tersebut.
  3. Bersifat transparan. Pengelolaan dana dalam asuransi syariah bersifat transparan sehingga pemegang polis bisa lebih mengetahui bagaimana prosesnya. Berbeda dengan asuransi konvensional, pihak yang menentukan jumlah premi dan biaya lainnya merupakan perusahaan. Di lihat dari sifat ini, tentu pengelolaan dana asuransi syariah lebih menguntungkan bagi peserta.
  4. Keuntungan dibagikan pada semua anggota asuransi. Biasanya pada asuransi konvensional semua keuntungan dimiliki oleh perusahaan asuransi, namun dalam asuransi syariah keuntungan yang didapatkan akan dibagikan pada semua anggota.
  5. Premi lebih ringan. Premi yang ditarik oleh asuransi syariah biasanya lebih ringan karena satu polis asuransi dapat berlaku untuk semua anggota keluarga. Selain itu asuransi syariah juga memudahkan Anda untuk melakukan claim bahkan meskipun kita telah mendapatkan klaim dari asuransi yang lain (double claim).

Secara garis besar, itulah perbedaan yang paling signifikan antara asuransi syariah dan konvensional. Jika dilihat dari pembahasan di atas, asuransi syariah memiliki keunggulan yang sangat menguntungkan anggotanya, setuju? Jadi, buat Anda yang masih meragukan asuransi konvensional, boleh saja mencoba untuk membeli asuransi syariah. (Rima)

Memiliki Asuransi Jiwa Sedini Mungkin, Pentingkah?

Selain penting membuat asuransi kesehatan syariah, ternyata kamu yang umurnya masih terbilang sangat muda pun penting sekali loh memiliki asuransi jiwa yang nantinya akan memberikan tanggungan apabila kamu meninggal dunia. Meski, pertanggungannya hanya bisa diambil saat kamu sudah meninggal dunia, namun dana dari asuransi jiwa ini tentu saja sangat bermanfaat untuk anggota keluarga yang kamu tinggalkan. Lantaran, mereka bisa mempergunakan uang asuransi jiwa ini untuk berbagai keperluan.

Berikut ini kami ulas sedikit mengenai seberapa pentingkah kamu harus memiliki asuransi jiwa ini sedini mungkin. Apa saja ya? Yuks, disimak penjelasan singkatnya disini!

  1. Pembayaran premi setiap bulan akan semakin murah. Mungkin, mengingat pembayaran premi asuransi jiwa setiap bulannya dianggap cukup mahal, membuat kamu pun mengurung diri untuk tidak mendaftarkan diri ke pihak asuransi. Padahal,untuk asuransi jiwa ini sendiri bergantung pada usia seseorang. Biasanya, semakin muda usia maka pembayaran premi asuransinya pun akan semakin murah. Sebab, seseorang yang berusia muda dipercaya masih sehat dan bugar, sehingga tidak rentan terkena penyakit.
  2. Melindungi keluarga dari hal yang tidak diinginkan. Tidak menutup kemungkinan, meski masih muda tidak menutup kemungkinan kamu adalah tulang punggung keluarga yang harus membiayai semua keperluan yang dibutuhkan. Disinilah asuransi jiwa akan berperan penting untuk keluarga kamu. Dimana, jika kamu meninggal di waktu yang tidak terduga, kamu pun sudah menyiapkan dana yang memang sangat dibutuhkan keluarga sehingga keluarga akan tetap terlindungi meski tidak ada dirimu.
  3. Sedia payung sebelum hujan. Pepatah sedia payung sebelum hujan ini mungkin sangat cocok untuk kamu yang sejak dini sudah mempertimbangkan segala sesuatunya untuk masa depan, semisalnya membuat asuransi jiwa. Bagaimana tidak, misalkan saja ketika kamu sudah memiliki asuransi jiwa dan kamu terkena kecelakaan yang sangat serius dan terkadang merenggut nyawamu. Maka, pihak asuransi pun akan langsung memberikan pertanggungannya untukmu maupun keluarga yang ditinggalkan.
  4. Batin menjadi tenang. Dengan membuat asuransi jiwa ini di usia muda, seenggaknya untuk kamu yang memang menjadi tulang punggung keluarga sudah bisa memberikan dana yang cukup untuk keluarga. Selain itu, adanya asuransi jiwa ini dapat pula membuat batinmu tenang, sebab nantinya keluargamu tidak akan terlantar.

Itu penjelasan singkat mengapa kamu sangat penting membuat asuransi jiwa ini di usia muda. Gimana nih? Penting sekali bukan memiliki asuransi jiwa? –SH–