Kita semua tahu bahwa alat berat merupakan kendaraan yang memiliki ukuran yang sangat besar. Tidak hanya ukuran kendaraannya saja yang besar, tetapi juga suku cadang alat berat yang terkadang hampir sama besarnya dengan ukuran alat berat. Untuk itu, kadang kita suka bertanya-tanya, bagaimanakah proses pemindahan alat berat dari tempat penyimpanan menuju proyek pembangunan? Seperti ketika harus mencapai pusat kota karena ada pembangunan jalan atau gedung, misalnya? Tentunya, jalan yang dilalui merupakan jalan raya yang agak sulit untuk dilalui oleh alat berat tersebut. Lantas, bagaimana caranya alat berat bisa sampai dengan selamat pada lokasi pembangunan? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

  1. Beberapa alat berat yang berfungi sebagai pengangkut barang, seperti beberapa alat berat untuk bongkar muat di pelabuhan biasanya memiliki kemampuan untuk berpindah sendiri, misalnya saja forklift. Namun, patut diketahui bahwa tidak semua alat berat
    Alat berat
                       Alat berat

    bisa menempuh perjalanan jauh tanpa memerlukan bantuan. Seperti excavator misalnya, yang menggunakan rantai besi sebagai alat untuk berjalan. Tentunya, excavator ini tidak mungkin berjalan sendiri dari tempat penyimpanan menuju lokasi proyek, bukan? Untuk itu, alat ini membutuhkan bantuan dari truk pengangkut untuk tiba ke lokasi proyek. Meski begitu, ada pula beberapa alat berat yang bisa berjalan sendiri, seperti wheel loader

  2. Untuk alat yang membutuhkan bantuan pengangkutan, bisa menggunakan trailler atau truk pengangkut yang biasa mengangkat alat berat untuk membantu proses pemindahan. Alat berat yang ingin diangkut harus dinaikkan secara perlahan ke atas trailler, kemudian ditempatkan sedemikian rupa agar tidak bergeser selama perjalanan. Kemudian, untuk memastikan keamanannya, alat berat harus diikat.
  3. Setelah memastikan alat berat terikat dengan sempurna menggunakan rantai, maka tugas berikutnya adalah berjalan menuju lokasi proyek. Patut diperhatikan, truk trailler ini tidak boleh berjalan di jalan raya tanpa pengawasan. Kita perlu meminta pengawalan dari pihak kepolisian, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Pengawalan dari pihak kepolisian ini juga dimaksudkan agar truk trailler tidak menimbulkan kericuhan atau kemacetan di jalan raya.

Tiga hal di atas merupakan kegiatan yang biasa dilakukan untuk memindahkan alat berat dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun demikian, jika jalur yang ditempuh tidak bisa dilalui oleh trailler, maka mau tidak mau, alat berat ini harus berjalan sendiri menuju lokasi proyek.

mediaLAINNNYAalat berat,alat infrastrukturKita semua tahu bahwa alat berat merupakan kendaraan yang memiliki ukuran yang sangat besar. Tidak hanya ukuran kendaraannya saja yang besar, tetapi juga suku cadang alat berat yang terkadang hampir sama besarnya dengan ukuran alat berat. Untuk itu, kadang kita suka bertanya-tanya, bagaimanakah proses pemindahan alat berat dari tempat...Media kumpulan artikel informasi dan tips