Program akuntansi atau sistem akuntansi selalu digunakan oleh setiap usaha, mulai dari akuntansi dasar hingga akuntansi pada tingkat yang lebih sulit. Program akuntansi terlihat kompleks, namun sebenarnya program akuntansi-pun  sudah digunakan oleh kita dalam skala yang kecil misalnya pengeluaran rumah tangga, pemasukan dan pengeluaran toko kelontong dan sebagainya.

Pada program akuntansi yang kompleks sangat disarankan Anda menggunaan software khusus untuk akuntansi. Dengan software akuntansi, tergantung dengan software yang digunakan, umumnya mereka mempunyai kemampuan untuk mempercepat proses pekerjaan akuntansi Anda :

program akuntansiprogram akuntansi
program akuntansi

1. Journal khusus tidak pernah diisi. Pengguna hanya perlu mengisi transaksi sebagaimana layaknya mencatat sebuah transaksi.

2. Semua jurnal yang telah dibuat, baik mulai dari jurnak khusus maupun jurnal umum, akan langsung di-post ke masing-masing buku besar.

3.Semua subsidiary ledger juga akan di-update hingga ke detail-nya. Contohnya adalah subsidiary untuk persediaan akan tercatat kuantitas, satuan, gudang, dan informasi lainnya yang menyangkut persediaan.

4. Setelah transaksi berhasil diisi, laporan akan tersaji segera secara real time  (untuk software tertentu, proses posting perlu dipicu oleh sebuah menu).

Mengapa akuntansi secara manual tidak dilakukan? Sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita mengenal terlebih dahulu siklus akuntansi secara lengkap mulai dari  melakukan input transaksi sampai dengan menghasilkan laporan keuangan.

Siklus akuntansi dimulai dari:

1. Journal entry. Transaksi Journal terdiri dari 2 jenis, yaitu: Jurnal umum dan Journal Khusus. Beda keduanya adalah: kita bisa mengisi jurnal apa pun pada jurnal umum, sedangkan pada jurnal khusus, jurnalnya sudah tertentu saja. Contoh dari Jurnal khusus misalnya jurnal pembelian, Jurnal penjualan dsb.

2. Setelah jurnal selesai, proses selanjutnya adalah memposting ke buku besar. Semua jurnal yang telah dibuat di no:1 di atas harus di-pos ke masing-masing buku besarnya.

3. Khusus untuk akun yang ada subsidiary ledger (buku pembantu), seperti: Piutang (AR), Hutang (AP), Inventory, Fixed asset, Bank, maka kita perlu update juga buku pembantu kita.

4. Setelah semua transaksi di-post ke buku besar, proses selanjutnya adalah membuat Neraca Percobaan (Trial balance). Pada dasarnya adalah neraca percobaan ini hanya mengumpulkan daftar akun sesuai dengan urutan dan akan menampilkan saldo awal, perubahan dan saldo akhir dari masing-masing akun yang ada.

5. Dari neraca percobaan, Anda tinggal membuat neraca dan laba rugi yaitu dengan cara mengambil saldo dari eraca percobaan sesuai tipe akun masing-masing.

6. Untuk membuat laporan Arus Kas sedikit lebih kompleks/rumit lagi. Anda perlu mencari kenaikan ataupun penurunan kas sesuai dengan masing-masing aktivitas.

 

Melihat betapa rumitnya sistem pada akuntansi yang kompleks, laporan keuangan secara manual memiliki beberapa kekurangan :

1. Membutuhjan waktu lebih lama, terutama untuk yang transaksi hariannya banyak.

2. Mudah terjadi kesalahan

3. Apabila terjadi kesalahan, sulit untuk dicari letak kesalahannya.

Tidak ada salahnya Anda mempertimbangkan penggunaan software maupun program akuntansi untuk usaha Anda

http://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2013/07/qb-e1448112506957.jpghttp://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2013/07/qb-150x150.jpgmediaLAINNNYAkeuangan usaha,laporan keuangan,Program akuntansi,software akuntansiProgram akuntansi atau sistem akuntansi selalu digunakan oleh setiap usaha, mulai dari akuntansi dasar hingga akuntansi pada tingkat yang lebih sulit. Program akuntansi terlihat kompleks, namun sebenarnya program akuntansi-pun  sudah digunakan oleh kita dalam skala yang kecil misalnya pengeluaran rumah tangga, pemasukan dan pengeluaran toko kelontong dan sebagainya. Pada program...Media kumpulan artikel informasi dan tips