Asuransi Jiwa Syariah yang disebut dengan Ta’min, Takaful, atau Tadhamun. Masih banyaknya salah paham mengenai asuransi syariah. Pada hakikatnya, konsep dari asuransi syariah adalah untuk saling tolong menolong dan sharing risiko. Selain itu, premi yang setiap bulannya dibayarkan kepada perusahaan tetap milik nasabah, nantinya apabila tidak ada klaim, akan dikembalikan namun tidak sepenuhnya, karena akan dipotong oleh dana yang

dihibahkan kepada yang membutuhkan. Nah untuk itu, pahamilah perbedaannya pada istilah dasar yang dipakai dalam asuransi jiwa syariah agar tidak keliru :

  1. Akad

Kesepakatan atau kontrak tertulis yang dibuat kedua belah pihak tentang dan wajib mematuhi setiap aturan yang

asuransi syariah
asuransi syariah

ada dalam kontrak, bilamana ada pelanggaran terhadap kontrak maka akan dikenakan penalti sesuai dalam kontrak. Perjanjian tertulis tersbut harus bebas dari penipuan (gharar), perjudian (masysir), riba, penganiayaan (zhulm), suap (risywah), haram, dan maksiat.

  • Akad Tabarru’

Sistem penghimpunan dana yang digunakan untuk tujuan tolong-menolong dan kebaikan, dan bersifat saling menguntungkan keduabelah pihak. Dana yang terhimpun, dianggap sebagai hibah dan perusahaan yang mengelolanya. Perusahaan tidak diperbolehkan memanfaatkan dana hibah untuk keperluan komersil, kecuali akad lain (mudharabah) yang disepakati oleh pemilik dana dan perusahaan.

  • Akad Tijarah

Akad yang sifatnya mencari keuntungan. Ini terjadi antara nasabah dengan perusahaan asuransi/komersil.

  • Akad Wakalah bin Ujrah

Nasabah diperbolehkan untuk mempercayakan pengelolaan dana kepada pihak perusahaan untuk berbagai kepentingan seperti investasi. Akad ini berlaku pada produk asuransi Syariah yang mempunyai manfaat tabungan (saving) maupaun unsur tabarru’ (non saving). Dana yang sudah dipercayakan untuk investasi dengan akad ini, perusahaan tidak berhak mengambil keuntungan hasil, kecuali ketika investasi dilakukan bedasarkan akad mudharabah atau mudharabah musytarakah, maka perhitunganya berbeda lagi. Biasanya perusahaan akan menerima bagi hasil sesuai dengan kesepakatan.

  • Akad Mudharabah

Nasabah tidak diberatkan biaya (fee/ujrah) atas keputusannya untuk mempercayakan pengelolaan dana tabarru kepada perusahaan. Perusahan berlaku sebagai pengelola dana (mudharib) dan berhak mendapatkan hasil (nisbah) atas hasil investasi. Besarnnya sudah ditentukaan pada saat kesepakatan kedua belah pihak (akad).

  • Akad Mudharabah Musytarakah

Modal yang diinvestasikan bukan hanya bersumber dari nasabah, melainkan juga dari perusahaan. Jadi, bagi hasil didasarkan atas akad mudharabah dimana perusahaan berperan sebagai mudharib atau didasarkan akad musytarakah dimana perusahaan berperan sebagai musytarik. Jika perusahaan berperan sebagai musytarik maka pembagian hasil investasi akan dilakukan secara proporsional bedasarkan porsi masing-masing modal yang dimasukkan dalam portofolio investasi.

  • Kontribusi

Premi Asuransi/kewajiban yang harus dibayarkan nasabah setiap bulan/tahun.

  • Al-Qard

Pembiayaan kepada nasabah untuk dana talangan segera dalam jangka waktu relatif pendek, dan pengembalian dana secepatnya tanpa dikenakan bunga.

  • Surplus Tabarru, defisit tabarru,

Surplus underwriting adalah sebuah kondisi dimana premi yang dikumpulkan dan hasil investasi lebih besar dari biaya-biaya administrasi, manajer investasi, klaim, dan kebalikannya adalah defisit underwriting (defisit tabarru’), yaitu ketika tidak mencukupi untuk membayar klaim peserta, maka perusahaan wajib memberikan talangan berupa pinjaman (Qardh).

Itulah istilah-sitilah yang akan Anda temui pada Asuransi Jiwa Syariah. Setelah memahami istilah dasar, penting juga untuk memahami peraturan yang tercatat dalam perjanjian asuransi, misalnya seperti risiko-risiko yang tidak ditanggung dalam asuransi jiwa syariah, cara mengajukan klaim, dan lain-lain. Pastikan Anda paham agar tidak keliru salam mengikuti asuransi. Semoga bermanfaat!

mediaASURANSIGAYA HIDUPAsuransi Jiwa Syariah yang disebut dengan Ta’min, Takaful, atau Tadhamun. Masih banyaknya salah paham mengenai asuransi syariah. Pada hakikatnya, konsep dari asuransi syariah adalah untuk saling tolong menolong dan sharing risiko. Selain itu, premi yang setiap bulannya dibayarkan kepada perusahaan tetap milik nasabah, nantinya apabila tidak ada klaim, akan...Media kumpulan artikel informasi dan tips