Bagi Anda yang sudah sering berinvestasi, reksa dana sudah menjadi hal yang sangan Anda pahami. Namun, bagi Anda yang belum pernah berinvestasi dan baru saja tertarik dengan investasi ini, mungkin Anda baru mengenal sedikit tentang produk investasi ini. Jika benar, Anda tidak perlu khawatir karena artikel ini akan memberikan informasi detail mengenai produk investasi ini.

Reksa dana adalah salah satu produk investasi yang berupa wadah untuk menghimpun dana dari para investor yang kemudian dikelola untuk membeli saham, obligasi atau instrumen keuangan lainnya. Jadi, bisa dikatakan bahwa pada akhirnya Anda sama saja dengan menginvestasikan uang pada saham atau produk investasi lainnya, hanya saja karena dikumpulkan dalam sebuah wadah sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uaang dalam jumlah besar. Nominal uang yang bisa Anda investasikan dalam reksa dana ini cukup beragam dan tidak terlalu besar, bahkan ada pengelola reksa dana yang mengijinkan investornya hanya menginvestasikan uang senilai Rp. 50.000,-.

Jika Anda hanya melihat penjelasan di atas, mungkin Anda akan langsung tertarik untuk menginvestasikan uang Anda dalam produk ini. Eits, jangan terburu-buru Karena salah satu tips investasi reksa dana untuk pemula adalah Anda harus mengetahui resiko dari reksa dana terlebih dahulu sebelum melakukan investasi. Yap, yang namanya investasi tidak mungkin dong jika tidak memiliki resiko sama sekali termasuk juga reksa dana, dan berikut

investasi reksadana
investasi reksadana

ini adalah beberapa resikonya:

  • Pengelola reksa dana yang biasa disebut manajer investasi, tidak akan bisa memastikan keuntungan yang akan diperoleh dari investasi ini.
  • Investasi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang terkait pasar modal, seperti kondisi ekonomi global, kondisi politik, permasalahan hukum, pergerakan suku bunga dan berbagai hal lainnya.
  • Adanya resiko efek yang mempengaruhi investasi, misalnya seperti adanya downgrade pada peringkat kredit perusahaan.
  • Adanya resiko likuiditas, yaitu seberapa mudah sebuah efek dapat dijual dengan nilai yang mendekati nilai wajarnya di bursa.
  • Resiko inflasi terkait dengan daya beli investasi Anda akibat dari kenaikan rata-rata harga konsumsi.
  • Jika pembelian unit reksa dana berasal dari pinjaman, maka investor akan memiliki resiko pembiayaan pinjaman dimana Anda mungkin akan diminta menambah agunan atau mengurangi jumlah pinjaman sesuai yang disyaratkan, adanya perubahan biaya pinjaman bergantung dari fluktuasi bunga, dan berbagai hal lain.
  • Resiko yang muncul akibat adanya ketidakpatuhan atau pelanggaran yang dilakukan oleh manajer investasi.
  • Resiko yang muncul akibat dari ketidakmampuan manajer investasi dalam mengelola dana investor sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi investor.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda memahami lebih dalam mengenai produk investasi ini.  (Vita)

mediaBISNISEkonomicara berinvestasi,investasi reksadana,mengenal investasi,reksadanaBagi Anda yang sudah sering berinvestasi, reksa dana sudah menjadi hal yang sangan Anda pahami. Namun, bagi Anda yang belum pernah berinvestasi dan baru saja tertarik dengan investasi ini, mungkin Anda baru mengenal sedikit tentang produk investasi ini. Jika benar, Anda tidak perlu khawatir karena artikel ini akan memberikan...Media kumpulan artikel informasi dan tips