Siapa sangka? 6 Film terbaik Indonesia berhasil tayang di ajang bergengsi BIFF (Busan International Film Festival) di Korea Selatan pada tanggal 15 Oktober 2016 lalu. Keberhasilan yang didapat oleh film Indonesia diajang bergengsi ini, tentu saja tidak lepas dari dukungan semua masyarakat Indonesia, serta berkat dukungan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, yang memberi dukungan sekaligus membantu Indonesia bersaing di dunia perfilman International. Berhasilnya film Indonesia tayang di ajang BIFF ini, dikarenakan film Indonesia memiliki seni kreativitas yang sangat tinggi, dan menampilkan budaya film yang berbeda dari negara lainnya.

Jadi, apa sajakah film Indonesia yang berhasil tayang di ajang bergengsi BIFF? Yuks, check it out:

  1. Nyai (A woman from Java). Film yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini, menceritakan tentang seorang Nyai atau perempuan yang menikah dengan pegawai dari kolonial Belanda. Setiap harinya, Nyai harus merawat suaminya yang sering sakit-sakitan dan sudah tua. Akhirnya, Nyai pun sadar jika selama ini ia selalu sendiri ketika menjalani hidupnya, dan tidak berdaya dengan hidup yang film indonesiadialaminya
  2. Athirah. Athirah sendiri adalah film yang diadaptasi dari novel Alberthiene Endah. Film ini dibuat, dikarenakan terinspirasi dari kisah hidup Ibunda tercinta Wakil Presiden Jusuf Kalla. Film Athirah sendiri menceritakan tentang perjuangan Athirah mempertahankan rumah tangganya dari perempuan lain yang dinikahi oleh suaminya. Athirah pun menjalani hidupnya bersama anak laki-lakinya.
  3. Headshot. Film action hasil garapan The Mo Brothers ini, bercerita tentang Ismael yang kehilangan ingatannya. Ketika kehilangan ingatannya, Ismail di rawat oleh seorang perawat yang bernama Ailin. Selama dirawat, menumbuh rasa cinta di antara keduanya. Tapi, nyawa keduanya pun terancam, ketika Ismail dikejar oleh seorang yang bernama Lee. Alasan dikejarnya Ismail oleh Lee, tak lain tak bukan dikarenakan kisah masa lalunya.
  4. Solo, Solitude. Film yang dibuat oleh Yosep Anggi Noen, bercerita tentang seseorang yang bernama Wiji Thukul. Wiji Thukul adalah seorang penyair terkenal yang dituduh sebagai seorang penghasut. Wiji Thukul sendiri berhasil melarikan diri dan bersembunyi di kota kecil. Ketika sedang bersembunyi di kota kecil ini, Wiji Thukul selalu teringat dengan keluarga serta rumahnya.
  5. Memoria. Film Memoria sendiri merupakan salah satu film Indonesia hasil garapan Kamila Andini. Film ini syuting di Timor Timur. Tapi, sayangnya film yang sangat bagus ini belum memiliki sinopsi lengkap.
  6. On the Origin of Fear. Film yang dibuat oleh Bayu Prihantoro ini, menceritakan seseorang yang memiliki trauma ketika menyaksikan penyiksaan serta penghiatan yang terjadi pada G30SPKI. Dan juga, bercerita tentang kekerasan yang acapkali menjadi kekuasaan negara Indonesia.

Nah, itulah 6 film Indonesia yang masuk ajang bergengsi BIFF. Maju terus film Indonesia! –SH–

http://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2016/11/NISI20121004_0007124973.jpghttp://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2016/11/NISI20121004_0007124973-290x188.jpgmediaFILMSHOWBIZbusan festival,film indonesia,reverensi filmSiapa sangka? 6 Film terbaik Indonesia berhasil tayang di ajang bergengsi BIFF (Busan International Film Festival) di Korea Selatan pada tanggal 15 Oktober 2016 lalu. Keberhasilan yang didapat oleh film Indonesia diajang bergengsi ini, tentu saja tidak lepas dari dukungan semua masyarakat Indonesia, serta berkat dukungan Badan Ekonomi Kreatif...Media kumpulan artikel informasi dan tips