Google Doodle hari ini menampilkan sebanyak 27 wajah perempuan dari berbagai belahan dunia, dari beragam etnis, ras, dan budaya ini dalam rangka memperingati “Hari Wanita Sedunia”.

Hari wanita sedunia diperingati untuk menghormati berbagai macam pergerakan yang dilakukan perempuan, terutama pergerakan untuk menuntut kesetaraan dan penghapusan diskriminasi. Menurut Wikipedia, Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20   di tengah-tengah gelombang  industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.

google doodle
Hari Wanita Sedunia

1909: Dalam rangkaian pendirian Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada tanggak 28 Februari di AS. Hari hari tersebut kemudian terus diperingati perempuan pada setiap hari minggu terakhir bulan Februari hingga1913.

 

1910: Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memiliki Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia.

Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia. Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

1911:  Pada 18 Maret 1911, Hari Perempuan Internasional diselenggarakan pertama kalinya yang ditandai dengan aksi protes yang dilakukan oleh jutaan orang di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Para demonstran menuntut diberikan hak untuk ikut pemilihan umum dan diberi kesempatan untuk menjadi pejabat publik. Banyaknya diskriminasi dan pelecehan seksual yang mengorbankan perempuan juga menjadi masalah yang menjadi sorotan.

 

 

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi.

Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di AS dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

1913-1914: Sebagai bagian dari upaya perdamaian yang berkembang selama berlangsungnya Perang Dunia I, perempuan Rusia memperingati Hari Perempuan Internasional untuk pertama kali pada Minggu terakhir Februari 1913.

Di belahan Eropa lainnya, pada atau sekitar 8 Maret di tahun berikutnya, perempuan berunjuk rasa baik untuk memprotes perang maupun sebagai ungkapan solidaritas kepada saudara-saudara perempuan di manapun juga.

1917: Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan ‘Roti dan Perdamaian’. Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan.

 

Sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Raja Rusia Tsar Nicholas II turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu.

Hari bersejarah itu jatuh pada 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan).

Pada 1920, hampir tidak pernah lagi diperingati Hari Perempuan Sedunia karena banyaknya konflik yang terjadi di dunia, termasuk perang. Namun pada tahun 1975, melalui kepeloporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Perempuan Sedunia akhirnya diperingati kembali pada setiap 8 Maret

Ada tema berbeda yang menghiasi peringatan ini tiap tahunnya. Tahun 2013 ini, tema yang dipilih adalah: “A Promise is a Promise: Time for Action to End Violence Against Women“. Tema ini dipilih akibat banyaknya aksi kekerasan yang menjadikan wanita sebagai korban. Baik itu kekerasan individu, atau kekerasan sistematis yang dilakukan oleh beragam institusi, dari rumah tangga, perusahaan, hingga pemerintahan. Selamat hari wanita sedunia J

http://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2013/03/google-Doodle-e1448108336328.pnghttp://www.mediaartikel.com/wp-content/uploads/2013/03/google-Doodle-150x150.pngmediaINTERNETTEKNOgoogle doodle,hari wanita sedunia,woman dayGoogle Doodle hari ini menampilkan sebanyak 27 wajah perempuan dari berbagai belahan dunia, dari beragam etnis, ras, dan budaya ini dalam rangka memperingati “Hari Wanita Sedunia”. Hari wanita sedunia diperingati untuk menghormati berbagai macam pergerakan yang dilakukan perempuan, terutama pergerakan untuk menuntut kesetaraan dan penghapusan diskriminasi. Menurut Wikipedia, Gagasan tentang...Media kumpulan artikel informasi dan tips