Pada tahun 1828, Royal Astronomical Society menghadiahi medali emas untuk Caroline Herschel, seorang astronomer asal Jerman. Herschel merupakan perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan alam untuk astronomi karena kontribusinya yang total. Hebatnya lagi, penghargaan serupa baru diberikan kepada perempuan lainnya pada tahun 1996—beberapa puluh tahun sejak pertama kali Herschel mendapatkannya. Mengingat betapa besarnya jasa Herschel terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pada hari ulang tahunnya, Google menghadiahi Herschel dengan doodle yang bisa dilihat oleh masyarakat dunia, termasuk pengguna internet Indonesia.

So, who was Caroline Herschel?

Lahir di Hanover, Jerman, pada tahun 1750, Herschel merupkan anak kedelapan dari sebuah keluarga tradisional

Google Doodle
                                  Google Doodle

Jerman. Ketika ia berusia 10 tahun, Herschel menderita penyakit typus yang menghambat pertumbuhannya dan juga membuatnya trauma. Pasalnya, penyakit itu membuat tubuhnya menjadi sangat mungil dan tidak bisa bertambah tinggi. Setelah melewati masa kecil yang traumatis, Herschel pun pindah ke Inggris ketika berumur 22 untuk tinggal bersama kakaknya, William Herchel di Bath.

Saat di Inggris, Herschel memulai karirnya sebagai penyanyi soprano dan tampil di beberapa pertunjukan. Herschel mengikuti jejak William yang juga memulai karirnya sebagai seorang penyanyi. Lama berselang, William mulai menunjukan ketertarikan di bidang astronomi; sebuah passion yang juga dibaginya bersama sang adik. Ketertarikan itu semakin besar ketika pada tahun 1781, William menemukan Planet Uranus. Atas penemuan besar ini, William pun mengisi posisi sebagai King’s Astronomer untuk George III. Herschel yang saat itu sudah berusia 30an, ikut bepergian bersama William dan menjadi asistennya.

Herschel pun mulai mengembangkan observasinya sebagai seorang astronomer. Posisinya sebagai asisten William membuat Herschel banyak mempelajari hal baru tentang dunia astronomi. Tak disangka, pada tahun 1786,

Caroline Herschel
                             Caroline Herschel

Herschel membuat sebuah lompatan di dunia astronomi dengan menjadi penemu perempuan pertama di dunia. Ia menemukan keberadaan sebuah komet baru yang dinamakan sesuai dengan nama dirinya. Dengan prestasinya dan posisinya sebagai asisten William, King George III pun mulai memberi salary kepada Herschel. Then, this made her the first woman to be paid for her contribution to science.

In another first, seperti yang sudah disebutkan di atas, Herschel juga sempat menyabet penghargaan dari Royal Astronomical Society karena memproduksi catalogue of nebulae. Penghargaan ini baru dilanjutkan the next woman pada tahun 1996, yaitu oleh Vera Rubin. Setahun sebelum kematiannya, Herschel kembali ke Hanover dan kembali dianugerahi dengan Gold Medal for Science dari King of Prussia. Penghargaan ini diberikan atas “in recognition of the valuable services rendered to Astronomy by you, as the fellow-worker of your immortal brother, Sir William Herschel, by discoveries, observations, and laborious calculations.”, mengutip dari sumber resminya.

 

mediaUncategorizedartikel google,Caroline Herschel,google doodlePada tahun 1828, Royal Astronomical Society menghadiahi medali emas untuk Caroline Herschel, seorang astronomer asal Jerman. Herschel merupakan perempuan pertama yang mendapatkan penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan alam untuk astronomi karena kontribusinya yang total. Hebatnya lagi, penghargaan serupa baru diberikan kepada perempuan lainnya pada tahun 1996—beberapa puluh tahun sejak...Media kumpulan artikel informasi dan tips