Saat ini, keju menjadi salah satu topping makanan yang tidak hanya digunakan untuk kue saja, tetapi juga berbagai jenis masakan. Lihat saja beberapa menu makanan yang ada di banyak restoran, mereka rata-rata menyediakan menu makanan yang dilengkapi topping keju mozarella di atasnya. Tentu saja, menu ini disediakan di karena banyaknya peminat keju yang ingin menikmati makanan favoritnya yang dilengkapi keju leleh sehingga membuat makanan tersebut jadi terasa semakin nikmat.

Selain nikmat, keju ternyata juga memiliki banyak manfaat. Sebab, keju terbuat dari susu sehingga memiliki

keju mozarella
keju mozarella

kandungan yang hampir sama dengan susu. Menurut situs alodokter, selama masih dikonsumsi dalam batas yang wajar, keju dapat memberikan beragam manfaat, antara lain:

  1. Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui.

Keju mengandung banyak nutrisi seperti kalsium, protein, magnesium, fosfor, dan B12 yang dibutuhkan oleh ibu maupun bayi, baik saat masa kehamilan maupun menyusui. Jika ibu mengonsumsi keju secara rutin dalam batas yang wajar, maka nutrisi tersebut akan dapat terpenuhi. Namun, agar hasilnya lebih maksimal, kombinasikan dengan makanan sehat lainnya.

  1. Mencegah kerusakan gigi.

Kandungan kalsium, fosfor, dan protein yang ada dalam keju sangat baik untuk kesehatan gigi. Meskipun saat ini belum ada penelitian yang 100 persen menyatakan hal tersebut, namun menurut beberapa studi yang pernah dilakukan, didapatkan hasil bahwa keju mozarella dan cheddar dapat bantu mencegah kerusakan atau kerapuhan gigi. Tidak hanya itu, bagi Anda yang punya masalah gigi sensitif, camilan ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.

  1. Menjaga kesehatan tulang.

Berdasarkan sebuah penelitian yang pernah dilakukan, anak perempuan yang mengonsumsi keju secara teratur memiliki kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi. Sebab, keju merupakan sumber kalsium alami yang lebih baik jika dibandingkan dengan mengonsumsi suplemen.

Selain ketiga manfaat di atas, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti University College Dublin pada 1.500 orang dengan rentang usia 19 hingga 90 tahun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, orang yang mengonsumsi keju secara rutin memiliki tubuh yang lebih langsing dibandingkan dengan yang tidak. Tidak hanya itu, meskipun keju mengandung lemak, tetapi tidak menaikkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Menurut para peneliti, hal ini disebabkan karena kandungan nutrisi unik di dalamnya.

Namun, ada baiknya jika konsumsi keju tetap dibatasi. Masih menurut situs alodokter, konsumsi keju yang berlebihan memang tidak menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun begitu, tetap saja ada efek sampingnya, seperti sakit perut, diare, mual, muntah, dan bisa terjadi alergi pada makanan yang mengandung keju. Jadi, pastikan untuk mengonsumsinya secara wajar, ya! (Vita)

mediaLAINNYAkeju mozarellaSaat ini, keju menjadi salah satu topping makanan yang tidak hanya digunakan untuk kue saja, tetapi juga berbagai jenis masakan. Lihat saja beberapa menu makanan yang ada di banyak restoran, mereka rata-rata menyediakan menu makanan yang dilengkapi topping keju mozarella di atasnya. Tentu saja, menu ini disediakan di karena...Media kumpulan artikel informasi dan tips